Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja

Mangapa Ada Nama Baptis

Tuesday, April 18th 2017.

Pertanyaan:

Penulis mungkin bisa membantu saya. 1. Mengapa orang Katolik setelah dibabtis harus mengunakan embel-embel nama babtis yang diabil dari orang-orang suci? Contoh : Nama saya Santoso setelah dibabtis ditambah nama Julius. 2. Sejak kapan pengunaan nama babtis?. 3. Penggunaan nama babtis apakah termasuk tradisi?. 4. Latar belakang pengunaan nama babtis?.
Trima kasih, smg Roh Tuhan berkarya dalam diri kita. – Julius Santoso

Jawaban:

Shalom Santoso,

1. Nama baptis sebenarnya mengingatkan orang yang dibaptis bahwa ia tergabung dengan Kristus sebagai anggota-Nya dan ia didorong untuk hidup sesuai dengan panggilannya sebagai anak angkat Allah, sebagaimana telah ditunjukkan oleh teladan orang kudus yang namanya diambilnya melalui Pembaptisan itu.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 2156 Sakramen Pembaptisan diberikan “dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mat 28:19). Di dalam Pembaptisan, nama Tuhan menguduskan manusia dan seorang Kristen mendapat namanya di dalam Gereja. Nama itu boleh dari orang kudus, artinya seorang murid Yesus yang telah hidup dalam kesetiaan kepada Tuhannya. Pelindung adalah satu contoh kasih Kristen dan menjanjikan doa syafaatnya. Nama baptis dapat juga menyatakan satu misteri Kristen atau satu kebajikan Kristen. “Orang-tua, wali baptis, dan pastor paroki hendaknya menjaga agar jangan diberikan nama yang asing dari semangat kristiani” (KHK, Kan. 855).

Dikatakan di sana, nama baptis ‘boleh’ diambil dari nama orang kudus, namun tidak dikatakan ‘harus’.

Demikian juga, menurut Hukum Kanonik Gereja 1983 yang berlaku sekarang, orang Katolik tidak diharuskan mempunyai nama baptis yang diambil dari orang kudus.

KHK Kanon #855 Hendaknya orangtua, wali baptis dan pastor paroki menjaga agar jangan memberikan nama yang asing dari citarasa kristiani.

Jadi dari pernyataan ini, baik Katekismus maupun Hukum Kanonik Gereja tidak mengharuskan nama santo/santa, namun yang harus dijaga adalah, jangan sampai dipakai nama yang ‘melawan’ kekristenan, contohnya saja diberi nama ‘Hitler’ atau ‘Lenin’.
Namun demikian, harus diakui bahwa pemakaian nama orang kudus sebagai nama baptis sangatlah bermakna dalam, dan karenanya sangat baik dan dianjurkan oleh Gereja, untuk beberapa alasan:

  • Pemberian nama baru pada saat pembaptisan sesuai dengan maksud dari Pembaptisan itu sendiri, yaitu ‘lahir’ sebagai manusia baru.
  • Pemberian nama santo/ santa mengingatkan kita akan adanya persekutuan orang kudus sehingga harta rohani mereka dapat mereka bagikan kepada kita. Lihat KGK 947 dan 952.
  • Para orang kudus di surga tidak berpangku tangan saja, melainkan tak henti-hentinya berdoa bagi kita di hadapan Yesus, sehingga kelemahan kita dibantu oleh perhatian mereka sebagai saudara. (Lumen Gentium 49, KGK 956)
  • Santo/ santa pelindung kita yang kita ambil namanya, dapat menjadi teladan bagi kita, sehingga kita dapat meniru contoh kehidupannya dan mereka membantu kita mengamalkan cinta kasih agar kita semakin mendekati Kristus (lihat KGK 957).

2. Sejarah penggunaan nama baptis sesungguhnya telah berlangsung sejak zaman abad pertama. Beberapa contoh yang dapat saya kutip misalnya:

  • Menurut tradisi Gereja awal, Raja Fulvian yang membunuh Rasul Matius, akhirnya menjadi Kristen. Sesaat sebelum dibaptis, konon terdengarlah suara dari langit yang dinyatakan kepada Uskup yang akan membaptisnya, “Jangan memanggil dia Fulvian, tetapi Matius.” Kemudian Raja itu diberi nama baptis, “Matius” yang diambil dari nama Rasul Matius. (Cerita ini dimasukkan olah St. Dmitri Rostov di dalam bukunya, “Collection of the Lives of the Saints, diterbitkan di Moskow 1914).
  • St. Ev(u)stathios, yang sebelumnya bernama Placidas, diberi nama “Evstathios” pada Pembaptisannya pada tahun 80 AD. Ia dibunuh sebagai martir pada tahun 100 AD. Istrinya, Theopiste, juga diberi nama baptis, demikian juga kedua anaknya Agapios dan Theopistos. Cerita ini dikompilasi pada abad ke 11 oleh St. Symeon Metaphrastes.
  • Di buku Ekklesiastike Historia, karangan Eusebius, abad ke 4, kita menemukan sejarah pemberian nama-nama Rasul kepada anak-anak yang dibaptis (Buku ke VII, bab 25).
  • Dalam “Homilia enkomiastike eis ton en Hagiois Patera hemon Meletion…,” St. Yohanes Krisostomus (abad ke 4) mengajarkan agar umat Kristen menamai anak-anak mereka dengan nama para orang kudus (Santo/ Santa).

3. Penggunaan nama baptis bukan merupakan Tradisi (dengan huruf besar) yang setara dengan Kitab suci, melainkan hanya tradisi(dengan huruf kecil)kebiasaan Gereja. Tradisi/ Sacred Tradition (dengan huruf besar) yang dimaksud di sini adalah yang berhubungan dengan pengajaran lisan dari Kristus dan Para Rasul-Nya, yang kemudian diturunkan oleh para penerus Para Rasul tersebut oleh tugas wewenang mengajar (Sacred Magisterium). Lebih lanjut tentang Tradisi dan Magisterium silakan baca Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian ke -3.

4. Latar belakang pemberian nama baptis: saya rasa sudah terjawab dari point 1-2.

5. Sebagai tambahan, jika St. Julius yang menjadi nama baptis Santoso diambil dari Paus Julius I, berikut ini riwayat singkat hidupnya:

Paus St. Julius I (337-352). Ia adalah penerus Paus St. Mark Arcus, dan diangkat menjadi Paus pada tanggal 6 Feb 337. Selama tugas pontifikatnya, ia dikenal sebagai Paus yang tegas dalam menolak ajaran sesat Arianisme (ajaran yang mengatakan bahwa Yesus Kristus bukan Allah).

Ia wafat pada tanggal 12 April, 352, dan dikubur di Katakomb Calepodius, namun kemudian dipindahkan ke gereja St. Maria di Trastevere. Segera setelah wafatnya, ia dinobatkan menjadi Santo. Pesta namanya dirayakan tgl 12 April.

Semoga teladan St. Julius selalu mendorong Santoso untuk menjadi seorang pembela kebenaran.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati – http://www.katolisitas.org

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangRapture menurut sudut pandangan katolik
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangInvestasi Masa Kini yang lebih meyakinkan
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSafety First
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 65
Rp 652.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPatung Hati Kudus Yesus – Asli Dari Vietnam
Harga Rp 65 2.500.000
Anda HematRp 2.499.935 (100.00%)
Lihat Detail
Rp 65
Rp 652.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPatung Maria Di Lourdes – Asli Buatan Vietnam Memiliki Gradasi Warna Sempurna
Harga Rp 65 2.500.000
Anda HematRp 2.499.935 (100.00%)
Lihat Detail
Rp 2.500.000
Rp 2.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPatung St Fransiskus Asisi – Asli Dari Vietnam Memiliki Gradasi Warna Sempurna
Harga Rp 2.500.000
Lihat Detail
Rp 2.500.000
Rp 2.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPatung Maria Ratu Surga-Buatan Asli Vietnam
Harga Rp 2.500.000
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSanto Fransiskus
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail